Saturday, May 25, 2019

Lunturnya Kebudayaan di Indonesia



Dari zaman dahulu kebudayaan telah melekat di dalam masyarakat Indonesia, kebudayaan tersebut sangat beragam antara wilayah 1 dengan wilayah yang lain pun akan berbeda. Kita sebagai generasi penerus hanya mewarisi dan diharapkan agar menjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut. Namun di era sekarang ini, nilai kebudayaan di dalam masyarakat telah mulai meluntur bahkan ada sebagian yang mulai menghilang. Salah satu penyebabnya adalah era globalisasi, yang dapat menggeser nilai-nilai kebudayaan yang telah melekat di dalam masyarakat Indonesia.
Banyak remaja sekarang yang tidak suka dengan kebudayaan daerahnya sendiri, mereka lebih senang meniru budaya asing yang sangat bertentangan dengan budaya Indonesia. Karena nilai-nilai kebudayaan dari berbagai Negara dengan mudah tersebar luas seperti, alat-alat komunikasi yang kian canggih dan maju. Namun, sangat disayangkan generasi kita malah semakin melupakan dan hal-hal ini pada akhirnya menimbulkan degradasi budaya. Padahal, budaya merupakan identitas suatu bangsa, budaya juga merupakan aset yang harus dipertahankan dan terus dikembangkan.
Kata budaya berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang memiliki arti budi atau akal yang dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal atau budi manusia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.
Kebudayaan juga memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat yang dipandang secara turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya sehingga menjadi sesuatu yang supergonik dan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

A.    Definisi Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.

B.     Unsur-Unsur Kebudayaan
Kebudayaan tentunya memiliki berbagai unsur, berikut adalah beberapa unsur yang membentuk kebudayaan :
1.      Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.
2.      Sistem peralatan rumah tangga
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang-barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.
3.      Sistem kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun, tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing antar individu. Sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
4.      Bahasa
Sesuatu yang berawal hanya dari sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
5.      Ilmu pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

6.      Sistem religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
7.      Sistem Perekonomian
adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di suatu negara.

C.    Faktor Penyebab Hilangnya Kebudayaan
1.      Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian budaya tradisional.
2.      Minimnya ketertarikan generasi muda terhadap budaya tradisional yang dianggap kuno.
3.      Kurangnya sosialisasi tentang budaya tradisional kepada anak didik sejak dini.
Pada masa remaja terjadi perubahan kontrol tingkah laku moral. Oleh karena itu, pada masa ini seorang remaja sudah dapat diharapkan untuk mempunyai pendidikan budi pekerti yang cukup sehingga dapat menjadi landasan dalam tingkah laku moralnya. Banyak orang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang indah. Walaupun demikian, masa remaja juga masa yang sangat rentan mengalami ketidakstabilan tingkah laku moral.
Masuknya kebudayaan asing sangat mengubah pola kehidupan para remaja, mulai dari tingkah laku, pola pikir, cara berpenampilan hingga gaya bicara mereka pun ikut berubah. Dari perbandingan pola fikir antara remaja zaman dulu dengan remaja zaman sekarang tampak sekali jurang besar yang membedakan kedua pola fikir para remaja. Hal ini terjadi seiring dengan semakin tingginya teknologi, masuknya budaya-budaya asing, dan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Beberapa fakta/realita lunturnya budaya di Indonesia antara lain :
a.       Sistem Kemasyarakatan
Tutur kata remaja pada jaman dahulu pun bisa dikatakan sangat santun, terlebih lagi bila lawan bicaranya adalah orang yang lebih tua. Budaya silaturahmi dengan berkunjung ke rumah pun masih banyak ditemukan. Apabila kebetulan jarak rumah yang ingin dikunjungi terlalu jauh, fasilitas telepon umum atau wartel selalu menjadi sasaran utama, karena pada saat itu tidak banyak yang memiliki telepon rumah apalagi telepon seluler. Jika dilihat pada situasi yang ada pada saat ini, dengan sistem teknologi yang lebih maju contohnya canggihnya penggunaan telepon genggam tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi dampak negatif juga mengiringinya. Salah satu dari dampak negatif tersebut yakni remaja jaman sekarang menjadi lebih individualisme. Dengan sifat individualisme menjadikan remaja sekarang lupa akan budaya silahturahmi.
b.      Cara Berpakaian
Selain itu, gaya berpakaian remaja pun mulai meniru budaya barat. Banyak remaja wanita yang berpakaian minim dan  terbuka. Hal tersebut sangat tidak sesuai dengan budaya yang dimiliki di negara kita ini. Dimana di negara kita menganut budaya timur yang gaya berpakaiannya lebih tertutup dan sopan.
c.       Alat musik
Tidak hanya gaya berpakaian para remaja yang mulai meniru budaya barat, tetapi dalam kesenian tradisional pun mulai berubah. Bisa dilihat dari mulai menghilangnya alat-alat kesenian tradisional yang mulai ditinggalkan. Bahkan anak-anak sekolah dasar lebih diperkenalkan kepada alat-alat musik luar negeri seperti drum band. Para guru pun lebih bangga jika anak didiknya menguasai alat musik tersebut. Tidak banyak lagi sekolah-sekolah yang mengenalkan alat musik tradisional pada anak didiknya. Sehingga alat musik tradisional contohnya seperti tanjidor yang berasal dari Betawi tidak lagi dapat kita dengar.
d.      Lagu Daerah
Jika kita amati, tidak hanya alat-alat musik tradisional yang mulai ditinggalkan. Lagu-lagu daerah pun kini mulai luntur dan digantikan dengan lagu-lagu luar negeri seperti lagu dari Korea, Jepang dan lain sebagainya.
e.       Permainan tradisional
Bahkan masuknya budaya asing juga mempengaruhi permainan tradisional, seperti permainan gangsing atau mobil-mobilan yang terbuat dari kayu, pada saat ini sudah jarang kita temukan. Karena remaja sekarang lebih menyukai PS atau game yang terdapat pada handphone. Sehingga mengakibatkan remaja menjadi individualisme.

Kebuadayaan adalah symbol dari suatu bangsa atau masyarakat pada masa dan tempat tertentu. Kebudayaan merupakan  jiwa atau roh kepribadian bangsa  yang mana menjaga kelangsungan hidup suatu bangsa tersebut. Dengan demikian kebudayaan adalah hal yang perlu diperhatikan dari suatu bangsa. Tanpa adanya itu suatu bangsa dapat hancur.
Seperti halnya bangsa Indonesia yang kaya akan budaya yang menjadikan ciri khasnya tersendiri. Kebudayan yang beragam tersebut harus tetap dijaga dan dilestarikan. Apabila sampai kehilangan kebudayaan tersebut maka akan kehilangan kepribadian bangsanya. Seperti permasalahan sekarang ini yang mana mulai bergeser kebudayaan Indonesia ke kebudayaan asing . Dengan demikian bangsa Indonesia mulai kehilangan kepribadiannya. Bisa dilihat dari kaum muda yang akan menjadi penerus bangsa, dimana sekarang mengagung agungkan budaya orang lain akan tetapi lupa untuk budayanya sendiri. Hanya sedikit yang mau belajar kebudayaan yang ada di bangsanya sendiri , padahal budaya tersebut adalah roh dari bangsanya  sendiri. Apabila ini terjadi terus menerus maka bangsa Indonesia akan kehilangan arah kepribadianya yang bisa menghancurkannya sedikit demi sedikit. Dengan mulai lunturnya nilai kebudayaan yang ada diindonesia akan menjadi ancaman tersendiri. Oleh karena itu jangan dianggap sepele permasalahan tersebut. Dengan adanya kebudayaan lah suatu bangsa bisa hidup, apabila hilang budayanya sendiri maka bangsa tersebut dapat runtuh.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2014.http://LUNTURNYA KEBUDAYAAN DI INDONESIA_ dindyprajaya.html
Anonim.2014.http://Kebudayaan Indonesia yang Semakin Luntur.html


No comments:

Post a Comment

Merdeka Belajar

 Merdeka Belajar Kebebasan setiap individu atas hak-haknya tanpa melanggar atau mengambil hak kebebasan individu lain-Ki HadjarDewantara Leb...