Friday, April 19, 2019

Sungai Raya Kepulauan Nan Kaya


Indonesia merupakan negara yang memiliki 5 pulau besar dan ribuan pulau kecil yang terbentang dari ujung barat (Sabang) hingga ujung timur (Merauke). Terdapat 5 pulau besar di Indonesia yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua yang terpisah oleh lautan.
Kalimantan adalah salah satu pulau terbesar yang hanya terdiri dari 5 provinsi dan terkenal dengan mayoritas Suku Dayak. Pulau yang terdengar familiar namun terdapat cerita seram di dalamnya terutama bagi orang Suku Jawa. Orang Kalimantan terkenal kejam, masih dekat dengan hal-hal ghaib, dan suka makan manusia. Cerita tersebut sering terdengar dari mulut ke mulut ketika di pulau Jawa. Pada realitanya pulau yang masih terdapat banyak hutan tersebut merupakan pulau dengan penduduk yang ramah terutama kepada para pendatang. Mayoritas penduduk merupakan Suku Dayak namun terdapat pula Suku Melayu, Suku Tionghoa, Suku Madura, dan Suku Jawa yang mengikuti program transmigrasi.
Kalimantan Barat merupakan provinsi di Indonesia khusunya di Pulau Kalimantan yang dilewati oleh garis Khatulistiwa, dengan suhu rata-rata 35-36 derajat pada siang hari. Dengan suhu yang demikian panas namun panas matahari tidak terlalu menyengat kulit karena masih banyak hutan dan sedikit polusi. Kabupaten Bengkayang merupakan kabupaten yang masih muda di Provinsi Kalimantan Barat namun saling menghargai antar suku maupun antar umat beragama sangat dipegang teguh oleh masing-masing kepala suku maupun pimpinan agama. Bengkayang disebut juga Bumi Sebalo karena wilayah Bengkayang terdiri dari bukit-bukit dan yang paling terkenal adalah Bukit Jamur dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata serta jalur pendakian yang tidak terlalu curam namun menantang. Kabupaten Bengkayang terdiri dari 17 kecamatan yang tersebar di dataran tinggi maupun pesisir. Beberapa kecamatan yang terdapat di dataran tinggi adalah Seluas, Jagoi Babang, Lembah Bawang dan beberapa lainnya, selain itu yang berada di pesisir adalah Sungai Raya serta Sungai Raya Kepulauan.
Kecamatan Sungai Raya Kepulauan terletak di pesisir Kabupaten Bengkayang yang terkenal dengan hasil laut. Kecamatan tersebut memiliki pulau yang terkenal yaitu Pulau Lemukutan, Randayan, dan Kabung. Pulau tersebut memiliki keindahan laut yang jernih, ikannya yang sangat melimpah dan masyarakat yang sangat ramah. Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung terkenal sebagai pulau penghasil ikan teri yang sangat lezat meskipun dimakan ketika mentah karena terjadi proses pengawetan yang alami. Selain penghasil ikan yang segar Pulau Lemukutan merupakan destinasi wisata yang sangat indah di Kabupaten Bengkayang. Namun sayangnya, belum dikelola dengan baik. Selain kedua pulau tersebut terdapat 1 kampung yang tidak begitu terkenal namun memiliki adat dan pesona tersendiri yaitu Dusun Peresak.
Dusun Peresak terletak di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, lokasi dari pertigaan Teluk Banjar masuk sekitar 2 km. Penduduk asli Dusun Peresak menyebut daerah mereka sebagai “Kampung Melayu Sambas” karena dari segi bahasa sama dengan bahasa Melayu namun terdapat kosakata asli Sambas serta adat istiadat Sambas. Mayoritas masyarakat Dusun Peresak menganut agama Islam yang dikombinasikan dengan adat Sambas. Salah satu adat yang sangat membuat saya takjub adalah ketika ada acara pernikahan maka akan ada acara “srakalan”. Srakalan yaitu bapak-bapak yang bermain alat musik seperti rebana dan terdapat lirik khas Sambas yang sangat asik jika didengar. Bapak-bapak di Dusun Peresak selalu mengadakan srakalan di setiap malam Jum’at selain untuk berlatih ketika terdapat acara pernikahan juga untuk meningkatkan silaturahmi serta melestarikan budaya.
Dusun Peresak adalah kampung yang sangat ramah terutama terhadap pendatang, rasa kekeluargaan masih sangat terjaga antara satu sama lain meskipun rumah penduduk hanya terdapat di tepi jalan dari hulu ke hilir. Hal ini dapat dilihat ketika Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha sangat ramai bahkan sampai 1 minggu lamanya acara silaturahmi datang kerumah-rumah dari hulu ke hilir, yang muda datang ke rumah yang tua. Makanan khas yang akan selalu ada di setiap rumah ketika hari raya adalah kue lapis, bukan lapis legit tapi lapis basah yang rasanya lezat dan tentu saja manis. Pemuda di Dusun Peresak sangat aktif dalam mengadakan berbagai acara misalnya takbir keliling, lomba untuk memperingati Isro’ Mi’roj, siraman rohani saat bulan puasa, pawai 1 Muharram,  kemeriahan memperingati HUT RI, dan masih banyak kegiatan lainnya. (oleh Eva Diah Pamungkas, S.Pd.)


No comments:

Post a Comment

Merdeka Belajar

 Merdeka Belajar Kebebasan setiap individu atas hak-haknya tanpa melanggar atau mengambil hak kebebasan individu lain-Ki HadjarDewantara Leb...