Indonesia
merupakan negara yang memiliki 5 pulau besar dan ribuan pulau kecil yang terbentang dari ujung barat (Sabang) hingga ujung timur (Merauke). Terdapat 5 pulau besar di
Indonesia yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Papua
yang terpisah oleh lautan.
Kalimantan adalah salah satu pulau terbesar yang hanya terdiri dari 5 provinsi
dan terkenal dengan mayoritas Suku
Dayak. Pulau yang terdengar familiar namun
terdapat cerita seram di dalamnya
terutama bagi orang Suku
Jawa. Orang Kalimantan terkenal kejam,
masih dekat dengan hal-hal ghaib, dan suka makan manusia. Cerita tersebut
sering terdengar dari mulut ke mulut ketika di pulau Jawa. Pada realitanya pulau
yang masih terdapat banyak hutan tersebut merupakan pulau dengan penduduk yang
ramah terutama kepada para pendatang. Mayoritas penduduk merupakan Suku Dayak
namun terdapat pula Suku
Melayu, Suku Tionghoa,
Suku Madura, dan Suku Jawa
yang mengikuti program transmigrasi.
Kalimantan
Barat merupakan provinsi di
Indonesia khusunya di Pulau Kalimantan yang dilewati oleh garis Khatulistiwa, dengan suhu
rata-rata 35-36 derajat pada siang hari. Dengan suhu yang demikian panas namun
panas matahari tidak terlalu menyengat kulit karena masih banyak hutan dan
sedikit polusi. Kabupaten
Bengkayang merupakan kabupaten yang masih muda di Provinsi Kalimantan Barat namun saling
menghargai antar suku maupun antar umat beragama sangat dipegang teguh oleh
masing-masing kepala suku maupun pimpinan agama. Bengkayang disebut juga Bumi
Sebalo karena wilayah Bengkayang terdiri dari bukit-bukit dan yang paling
terkenal adalah Bukit
Jamur dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata serta jalur pendakian yang
tidak terlalu curam namun menantang. Kabupaten Bengkayang terdiri dari 17
kecamatan yang tersebar di dataran tinggi maupun pesisir. Beberapa kecamatan
yang terdapat di dataran tinggi adalah Seluas, Jagoi Babang, Lembah Bawang dan beberapa lainnya, selain itu
yang berada di pesisir adalah Sungai Raya serta Sungai Raya Kepulauan.
Kecamatan
Sungai Raya Kepulauan terletak di pesisir Kabupaten Bengkayang yang terkenal
dengan hasil laut. Kecamatan tersebut memiliki pulau yang terkenal yaitu Pulau Lemukutan, Randayan, dan Kabung.
Pulau tersebut memiliki keindahan laut yang jernih, ikannya yang sangat
melimpah dan masyarakat yang sangat ramah. Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung
terkenal sebagai pulau penghasil ikan teri yang sangat lezat meskipun dimakan
ketika mentah karena terjadi proses pengawetan yang alami. Selain penghasil
ikan yang segar Pulau
Lemukutan merupakan destinasi wisata yang
sangat indah di Kabupaten
Bengkayang. Namun
sayangnya, belum dikelola dengan
baik. Selain kedua pulau tersebut terdapat 1 kampung yang tidak begitu terkenal
namun memiliki adat dan pesona tersendiri yaitu Dusun Peresak.
Dusun Peresak terletak di Desa Sungai Raya, Kecamatan
Sungai Raya Kepulauan, lokasi dari pertigaan Teluk Banjar masuk sekitar 2 km. Penduduk asli Dusun Peresak menyebut daerah mereka sebagai “Kampung Melayu Sambas”
karena dari segi bahasa sama dengan bahasa Melayu namun terdapat kosakata asli Sambas
serta adat istiadat Sambas.
Mayoritas masyarakat Dusun Peresak
menganut agama Islam yang dikombinasikan dengan adat Sambas. Salah satu adat yang sangat membuat
saya takjub adalah ketika ada acara pernikahan maka akan ada acara “srakalan”.
Srakalan yaitu bapak-bapak yang bermain alat musik seperti rebana dan terdapat lirik khas Sambas yang sangat asik jika didengar.
Bapak-bapak di Dusun
Peresak selalu mengadakan srakalan di setiap malam Jum’at selain untuk berlatih
ketika terdapat acara pernikahan juga untuk meningkatkan silaturahmi serta
melestarikan budaya.
Dusun Peresak adalah kampung yang sangat
ramah terutama terhadap pendatang, rasa kekeluargaan masih sangat terjaga
antara satu sama lain meskipun rumah penduduk hanya terdapat di tepi jalan dari
hulu ke hilir. Hal ini dapat dilihat ketika Hari Raya Idul Fitri maupun Idul
Adha sangat ramai bahkan sampai 1 minggu lamanya acara silaturahmi datang
kerumah-rumah dari hulu ke hilir, yang muda datang ke rumah yang tua. Makanan khas yang akan
selalu ada di setiap rumah
ketika hari raya adalah kue lapis, bukan lapis legit tapi lapis basah yang
rasanya lezat dan tentu saja manis. Pemuda di Dusun Peresak sangat aktif dalam mengadakan
berbagai acara misalnya takbir keliling, lomba untuk memperingati Isro’ Mi’roj,
siraman rohani saat bulan puasa, pawai 1 Muharram, kemeriahan memperingati HUT RI, dan masih
banyak kegiatan lainnya. ( oleh Eva Diah
Pamungkas, S.Pd.)
No comments:
Post a Comment